Loading...

√ Doa Berbuka Puasa Dan Artinya Lengkap Latin Dan Arab - Ramadhan 2019

 sudah selayaknya hafal diluar kepala bagi semua umat muslim √ Doa Berbuka Puasa dan Artinya Lengkap Latin dan Arab - Ramadhan 2019

Bacaan doa berbuka puasa dan artinya sudah selayaknya hafal diluar kepala bagi semua umat muslim. Karena doa tersebut pastinya akan kita bacakan dikala waktu berbuka puasa tiba. Dimana kita berbuka puasa dikala matahari karam atau lebih sederhananya dikala adzan maghrib dikumandangkan.

Walaupun seharusnya sudah hafal di luar kepala, tapi untuk mengingat kembali di artikel ini saya akan menawarkan bacaan doa berbuka puasa dan artinya lengkap dengan goresan pena arab juga latin yang saya harap akan sangat bermanfaat demi mendapat pahala tepat dikala melaksanaan ibadah puasa Ramadhan.

Akan tetapi sebelum kesana, kita harus memahami terlebih dahulu kegunaan dari doa itu sendiri. Doa berfungsi sebagai alat komunikasi antara Allah SWT dengan makhluknya, yaitu kita sebagai manusia. Dengan berdoa insan berharap untuk dimudahkan, dilancarkan, diberkahi, meningkatkan keimanan, dijauhkan dari segala cobaan, menjernihkan hati, menghilangkan rasa gugup dan masih banyak sekali. Maka dari itu, sebelum memulai apapun selayaknya kita harus berdoa. Membaca bacaan Basmallah juga termasuk berdoa.

Berikut Doa Berbuka Puasa dan Artinya


اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

Allahumma laka shumtu wa bika amantu wa'ala rizqika afthartu. Birrahmatika yaa arhamar roohimin.

Artinya : "Ya Allah, untukMu saya berpuasa, dan kepadaMu saya beriman, dan dengan rezekiMu saya berbuka. Dengan rahmatMu wahai yang Maha Pengasih dan Penyayang."

Bacaan doa berpuasa diatas yaitu yang paling familiar dibacakan oleh Mulim Indonesia, untuk negara lainnya saya kurang tahu. Dan saya sendiri membacakan doa tersebut alasannya memang itulah yang diajarkan oleh orang bau tanah juga guru ngaji.

Namun selain bacaan tersebut ternyata ada satu doa berbuka puasa lagi yang katanya sering menjadi perdebatan lebih baik yang mana. Berikut doa nya :

ذَهَبَ الظَّمَـأُ، وابْــتَلَّتِ العُرُوقُ، وثَــبَتَ الأَجْرُ إِن شَاءَ اللهُ

Dzahaba-dz Dzoma’u, Wabtalati-l ‘Uruuqu wa Tsabata-l Ajru, Insyaa Allah.

Artinya : "Telah hilang dahaga, urat-urat telah basah, dan telah diraih pahala, insya Allah."

Manakah Doa Berbuaka Puasa yang Benar ?

Kedua doa diatas seringkali diperdebatkan untuk mendapat doa yang paling shahih. Perdebatan tersebut bukan hanya terjadi di Indonesia melainkan di negara lain juga. Akan tetapi perdebatan menyerupai ini jangan dijadikan fanatik, alasannya menyerupai apa yang saya jelaskan mengenai kegunaan doa diatas. Melainkan yang paling penting yaitu kesungguhan dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan.

Di Indonesia sendiri lebih familiar dengan doa berbuka puasa dan artinya yang pertama, alasannya bacaan tersebut yaitu bacaan yang telah dikaji oleh mahir hadits dan tentu akan dianjurkan kepada masyarakat.

Tapi ajaran insan tentu berbeda, beberapa orang mengkritik bahwa doa tersebut kurang shahih bahkan ada yang menyebutnya dhaih (bersumber dari hadits yang lemah). Mereka beropini bahwa bacaan tersebut diambil dari riwayat Abu Daun yang mursal, dimana mursal itu sendiri termasuk hadits dhaih alasannya sanad yang terputus.

Sedangkan bacaan yang kedua diambil dari kebiasaan Rasulullah SAW dikala berbuka puasa, menyerupai halnya yang sudah dijelaskan oleh Ibnu Umar radhiallahu 'anhuma :

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، إِذَا أَفْطَرَ قَالَ:  ذَهَبَ الظَّمَـأُ، وابْــتَلَّتِ العُرُوقُ، وثَــبَتَ الأَجْرُ إِن شَاءَ اللهُ

Artinya : "Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, apabila ia berbuka, ia membaca: “Dzahaba-dz Dzama’u, Wabtalati-l ‘Uruuqu wa Tsabata-l Ajru, Insyaa Allah” (HR. Abu Daud 2357, Ad-Daruquthni dalam sunannya 2279, Al-Bazzar dalam Al-Musnad 5395, dan Al-Baihaqi dalam As-Shugra 1390. Hadis ini dinilai hasan oleh Al-Albani)."

Penutup

Lantas doa berbuka puasa dan artinya manakah yang paling benar ? Kedua doa tersebut benar, meskipun ada pendapat bahwa bacaan pertama kurang shahih bahkan dhaih. Tapi jikalau menyerupai itu kenapa mahir hadits menyarankan bacaan tersebut dan kenapa hingga kini bacaan tersebut terus dipakai.

Artikel Menarik : Menu Sahur Mudah Untuk Sebulan

Perbedaan ini jangan kita jadikan sebagai ajukan atau bahkan memunculkan sifat fanatik. Dan daripada memperdebatkan itu lebih baik kita menjalankan ibadah puasa dengan sungguh - sungguh. Semoga di bulan Ramadhan 2019 ini kita sanggup mendapat pahala yang berlimpah dari Allah SWT.

Referensi :

#https://www.merdeka.com/gaya/doa-berbuka-puasa-kln.html
#aciknadzirah.blogspot.com/search?q=doa-berbuka-puasa-ramadhan-yang-benar-lengkap-arab-latiin-dan-artinya
#aciknadzirah.blogspot.com/search?q=doa-berbuka-puasa-ramadhan-yang-benar-lengkap-arab-latiin-dan-artinya#.XK1jG1UzbIU
Sumber http://www.siddiqrn.net/
Buat lebih berguna, kongsi: