Loading...

Wow…Inilah Fakta Seputar Bali Yang Dapat Belum Banyak Diketahui

Pulau Bali merupakan sebuah primadona pariwisata tanah air. Baik dari sisi alamnya yang indah, kebudayaannya yang menawan, ataupun orang-orangnya yang ramah. Tentu saja dengan aneka macam kelebihan yang dimilki oleh pulau Bali, menciptakan pulau ini mempunyai ciri tersendiri yang unik dan menciptakan orang-orang ingin terus tiba ke pulau yang satu ini. Meskipun sudah banyak oran gyang mengenal pulau Bali dan juga penduduk yang ada di dalamnya, mungkin belum semua orang mengetahui beberapa fakta menengangkan yang dimiliki oleh salah satu provinsi di Indonesia ini. Berikut ini yaitu ebberapa fakta mencengangkan perihal Bali yang pastinya belum kalian ketahui.


1. Bali Bukanlah Pulau Seribu Pura


Pulau Bali merupakan sebuah primadona pariwisata tanah air Wow…Inilah Fakta Seputar Bali Yang Bisa Belum Banyak Diketahui


photo via : www.tripsavvy.com


Hal pertama yang kalian kenal dari Bali mungkin yaitu julukan dari pulau ini sendiri yang dijuluki sebagai pulau seribu pura. Hal itu memang masuk akal saja, sebab tidak ibarat kawasan lainnya di Indonesia yang secara umum dikuasai beragama Islam, untuk di Bali sendiri secara umum dikuasai penduduknya yaitu beragama Hindu. Dan pura sendiri merupakan tempat ibadah bagi umat Hindu yanga ada di Bali. Tapi benarkah di Bali ada seribu pura? Ternyata pura di Bali jumlahnya bukanlah seribu namun lebih dari seribu pura. Berdasarkan survei yang dilakukan pada tahun 1979 silam, di Bali tercatat terdapat setidaknya 5.259 buah Pura. Sementara untuk dikala ini diperkirakan telah ada lebih dari 10.000 Pura di Bali yang terdiri dari 9 buah Kahyangan Jagat Bali, 714 buah Dang Kahyangan, 4.368 buah Kahyangan Tiga, dan beberapa pura lainnya. Dan Pura Besakih merupakan sentra serta pura yang terbesar di Bali.


2. Makanan Khas Yang Menggunakan Darah


Pulau Bali merupakan sebuah primadona pariwisata tanah air Wow…Inilah Fakta Seputar Bali Yang Bisa Belum Banyak Diketahui


photo via : kissfmmedan.com


Selain nasi Babi Guling, masakan khas yang ada di pulau Bali yaitu Lawar. Sejatinya lawar yang bergotong-royong dibentuk dengan aneka macam adonan materi masakan dan juga bumbu-bumbu dengan pewarna merah yang berasal dari darah. Sebagian besar lawar yang dibentuk di Bali memakai daging Babi sebagai daging utamanya dan darah Babi sebagai pewarna merahnya. Darah yang digunakanpun yaitu darah segar. Namun sebab banyaknya para wisatawan yang ingin mencoba masakan ini dan tidak suka alias takut dengan darah, maka biasanya lawar yang disajikan untuk para tamu ataupun dijual di restauran tidak memakai darah mentah sebagai pencampurnya. Sekalipun memakai darah, darah tersebut sudah dimasak terlebih dahulu sebelumnya.


3. Memiliki Hampir Semua Jenis Wisata (pantai, gunung, budaya dan lainnya)


Pulau Bali merupakan sebuah primadona pariwisata tanah air Wow…Inilah Fakta Seputar Bali Yang Bisa Belum Banyak Diketahui




class="adsbygoogle"
style="background:none;display:inline-block;width:300px;height:600px;max-width:100%;"
data-ad-client="ca-pub-9314037868717527"
data-ad-slot="3133381919"
data-ad-format="auto"
data-full-width-responsive="true">



Pulau Bali merupakan sebuah kawasan destinasi wisata yang sudah populer ke pelosok dunia. Jika dibandingkan dengan destinasi-destinasi wisata yang lainnya Bali sebagai destinasi wisata mempunyai tipe wisata yang terbilang cukup lengkap. Mulai dari alam, budaya sampai atraksi arena wisata yang dimilikinya. Dengan keasriannya yang masih terjaga, hampir setiap jengkal pulau Bali telah menjadi sebuah destinasi wisata. Sebagai sebuah pulau kecil, Bali mempunyai banyak pantai dan beberapa pantai di Bali telah menjadi sebuah daya tarik objek wisata baik lokal maupun mancanegara ibarat Pantai Kuta, Sanur, Dreamland, Balangan, Virgin Beach dan masih banyak lainnya. Selain pantai, wisata alam lainnya yang dimiliki oleh pulau Bali yaitu kawasan pegunungan, air terjun, areal persawahan serta aneka macam pemandangan alam indah yang dimilikinya. Dan yang paling menarik dari Bali yaitu budpekerti istiadat serta budayanya yang telah dikenal sampai mancanegara.


4. Diperkirakan Keturunan Majapahit Dari Tanah Jawa


Pulau Bali merupakan sebuah primadona pariwisata tanah air Wow…Inilah Fakta Seputar Bali Yang Bisa Belum Banyak Diketahui


photo via : www.bizlawnews.id


Jika dilihat dari sejarahnya, suku penduduk yang ada di Bali hanya terdiri dari dua saja. Yang pertama suku Bali Aga(suku asli) dan Suku Bali Majapahit. Suku Bali Aga merupakan penduduk orisinil pulau Bali yang sampai dikala inipun masih ada. Namun, suku Bali orisinil biasanya masih tinggal di kawasan pedalaman ibarat di Kintamani ataupun di erat danau Batur. Sedangkan suku Majapahit, sesuai dengan namanya, merupakan orang-orang Hindu Jawa Majapahit yang lari ke tanah Bali sebab masih berpegang teguh pada anutan agama Hindu dan menolak Islamisasi dikala Majapahit runtuh. Meskipun begitu, bergotong-royong sebelum Majapahit runtuhpun, sudah ada suku Majapahit yang ada di tanah Bali. Hal itu dimulai dikala Majapahit berhasil menaklukan kerajaan Bali Mula dan menempatkan Dalem dan juga Arya Majapahit beserta abdi mereka untuk mengisi kekosongan pemerintahan yang ada di tanah Bali. Untuk raja Bali pertama sesudah dikuasai Majapahit sendiri berjulukan Dalem Ketut atau yang lebih dikenal dengan gelar Sri Kresna Kepakisan.


5. Mahluk Halus di Bali Berbeda Dengan Mahluk Halus di Indonesia Pada Umumnya


Pulau Bali merupakan sebuah primadona pariwisata tanah air Wow…Inilah Fakta Seputar Bali Yang Bisa Belum Banyak Diketahui


photo via : balinesemystics.blogspot.com


Setiap kawasan di Indonesia mempunyai keunikannya tersendiri kalau dibandingkan antara kawasan yang satu dengan yang lainnya. Tidak terkecuali dalam hal keunikan dunia maya, mahluk halus ataupun sejenis lainnya. Di Bali pun juga terdapat cerita-cerita angker baik itu hantu maupun mahluk halus yang ada. Salah satu mahluk halus yang paling populer yang ada di Bali yaitu adanya Leak, Rangda dan juga celuluk yang mempunyai bentuk amat berbeda dari hantu-hantu ataupun mahluk halus lainnya yang ada di Indonesia. Walaupun untuk kebenarannya sendiri belum sanggup dibuktikan secara langsung.


6. Bali Memiliki Jumlah Hari Libur Yang Banyak


Pulau Bali merupakan sebuah primadona pariwisata tanah air Wow…Inilah Fakta Seputar Bali Yang Bisa Belum Banyak Diketahui


photo via : www.mahamerubali.com




class="adsbygoogle"
style="background:none;display:inline-block;width:300px;height:250px;max-width:100%;"
data-ad-client="ca-pub-9314037868717527"
data-ad-slot="3892123021"
data-ad-format="auto"
data-full-width-responsive="true">



Selain libur yang diakusi secara nasional, di sejumlah kawasan di Indonesia juga ada istilah libur kawasan dan kalau dilihat di kalender, untuk libur kawasan biasanya ditandai dengan bundar merah pada tanggal tersebut. Untuk di Bali sendiri terdapat banyak libur kawasan yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah. Libur kawasan di Bali sendiri sebagian besar merupakan hari libur sebab merupakan hari upacara untuk agama Hindu yang merupakan agama secara umum dikuasai di tanah Bali. Karena banyak hari libur di Bali, menciptakan kata Bali sering dipelesetkan dengan abreviasi “banyak libur”. Total jumlah libur menurut kalender lokal Bali yaitu sebanyak 21 hari. Jumlah tersebut belum termasuk hari libur nasional serta cuti bersama yang ditetapan oleh pemerintah pusat. Makara bisa kebayangkan jumlah libur yang ada di Bali?


7. Tidak Ada Gedung Bertingkat di Bali


Pulau Bali merupakan sebuah primadona pariwisata tanah air Wow…Inilah Fakta Seputar Bali Yang Bisa Belum Banyak Diketahui


photo via : catdays.net


Banyak yang mencari tahu dan mungkin sedikit kebingungan akan kenapa sulit ditemukan gedung tinggi dan bertingkat di Bali. Gedung-gedung yang ada di Bali kebanyakan paling tinggi hanyalah setinggi 4 lantai saja atau maksimal mempunyai ketinggian 15 meter. Meskipun ada satu bangunnan yakni Hotel Bali Beach yang mempunyai tinggi sebesar 12 lantai. orang-orang mungkin lebih mengenal akan adanya larangan untuk menciptakan sebuah bangunan yang mempunyai tinggi melebih pohon kelapa untuk menjaga keseimbangan alam dan juga tata ruang yang ada di Bali. Namun bergotong-royong hukum tata ruang tersebut telah diatur dalam sebuah Peraturan Daerah Bali tahun 1971 silam yang menyatakan kalau tinggi bangunan yang ada di Bali tidak boleh lebih dari 15 meter tingginya atau maksimal mungkin bisa dibilang 4 lantai saja. Lalu bagaumana dengan Hotel Bali Beach? Hotel Bali Beach telah dibangun pada tahun 1966 silam dimana dikala itu masih belum ada hukum tata ruang mengenai tinggi maksimum bangunan ataupun gedung yang ada di Bali.


8. Tidak Boleh Menjemur Pakaian Dalam Atau Kotor Melebihi Kepala


Pulau Bali merupakan sebuah primadona pariwisata tanah air Wow…Inilah Fakta Seputar Bali Yang Bisa Belum Banyak Diketahui


photo via : wartakota.tribunnews.com


Bagi sebagian orang luar mungkin hal ini merupakan hal yang konyol. Namun hal ini merupakan sebuah belahan dari tatanan hidup, tradisi dan juga kebudayaan yang ada di Bali. Di Bali terdapat sebuah istilah ataupun konsep Nista, Madya Utama yang kurang lebih mempunyai pengertian perihal tata urutan dari atas ke bawah mulai dari yang paling suci hinga yang biasa atau jelek di paling bawah. Kaitannya dengan menjemur pakaianpun juga sama, karena pakaiaan dalam merupakan jenis pakaian yang biasa kita gunakan di belahan bawah kita hendaknya dijemur di jemuran belahan bawah dan tidak paling atas. Bahkan secara nalar sehat pun hal tersebut merupakan sesuatu hal yang wajar. Mana ada orang yang ingin dikala ia melintas diatas kepalanya ada banyak pakaian dalam ataupun pakaian kotor diatas kepalanya. orang-orang niscaya akan merasa kesal dan juga risih karenanya. Setidaknya hal tersebut yang berlaku dan dihormati oleh masyarakat Bali pada umumnya. Untuk sebagian kecil orang yang mungkin ibarat itu, kalau admin sendiri kurang begitu paham kenapa alasan ataupun nalar sehatnya ibarat apa.


9. Wanita Datang Bulan Atau Warga Yang Memiliki Saudara Yang Meninggal Tidak Boleh Mengunjungi Pura


Pulau Bali merupakan sebuah primadona pariwisata tanah air Wow…Inilah Fakta Seputar Bali Yang Bisa Belum Banyak Diketahui


photo via : www.flickr.com


Bagi masyarakat Hindu Bali, Pura merupakan sebuah tempat suci dan merupakan tempat ibadah umat Hindu dan tentu saja sesuatu hal yang dianggap kotor tidak diperkenanan untuk masuk areal Pura. Adapun beberapa hal atau keadaan seseorang yang dianggap kotor dan tidak boleh untuk masuk ke Areal Pura yaitu perempuan yang sedang menstruasi dan juga orang-orang yang mempunyai kerabat yang meninggal dan belum tuntas diupacarai sampai sebel/cuntaka (istilah suatu keadaan dimana seseorang dianggap masih kotor) belum berakhir. Aturan ini pun bukan hanya diperuntukkan untuk warga Bali atau umat Hindu semata. Orang-orang ataupun para wisatawan kususnya perempuan yang sedang tiba bulan pun tidak boleh untuk masuk ke areal Pura. Mungkin ada yang bertanya memang apa hasilnya buat orang yang melanggar. Untuk balasan yang satu ini mungkin bisa dibilang percaya atau tidak percaya diserahkan kembali ke masing-masing orang (non Hindu). Hal yang akan dialami oleh orang-orang yang melaksanakan pantangan ini hanya bisa diketahui oleh orang-orang itu saja. Namun dari aneka macam kasus yang ada, wanita-wanita kususnya wisatawan yang mengindahkan hal tersebut biasanya mengalami kerasukan, sakit secara mendadak, merasa selalu dibuntuti, dan perasaan tidak damai ataupun was-was lainnya yang terus dialami dan berlangsung pada diri orang tersebut.


10. Perayaan Nyepi


Pulau Bali merupakan sebuah primadona pariwisata tanah air Wow…Inilah Fakta Seputar Bali Yang Bisa Belum Banyak Diketahui


photo via : balebengong.id


Nyepi merupakan sebuah hari raya umat Hindu guna menyambut pergantian tahun Saka / tahun umat Hindu. Perayaan Nyepi sendiri bergotong-royong berbeda-beda antara masing-masing kawasan maupun negara. Khusus untuk di Bali, Nyepi dirayakan dengan jalan hari Kosong. Semua aktifitas yang biasanya dilakukan oleh masyarakat dihentikan. Bandara, susukan kemudian lintas lainnya juga ditutup selama satu hari tersebut. Hal yang mungkin masih beroperasi hanyalah rumah sakit saja. Orang-orang di Pulau Bali pun tidak diperkenankan untuk keluar rumah, menyalakan api/cahaya, bermain-main dan berisik. Pada hari ini, suasana di Pulau Bali amat damai dan sunyi. Tidak ada cahaya di malam hari, semuanya gelap dan hanya ada cahaya rembulan. Tentu saja sebab tidak ada aktifitas pada hari itu, alam terasa bekerja lebih baik dan tidak ada polusi dari kendaraan bermotor. Perayaan Nyepi di Bali ini sendiri tidak hanya diikuti oleh umah Hindu, umat agama lainpun diminta untuk mengikuti dan menghormati tradisi ini Hingga akhirnya terciptalah sebuah keunikan yang kita tau kini dan dikagumi oleh semua orang dimancanegara yakni Hari Raya Nyepi / Silence Day. Hari Nyepini juga menjadi sumber munculnya World Silent Day.


11. Kebo Iwa Dipercaya Sebagai Satu-satu nya Tokoh Yang Mampu Mengalahkan Mahapatih Gajah Mada Pada Masanya


Pulau Bali merupakan sebuah primadona pariwisata tanah air Wow…Inilah Fakta Seputar Bali Yang Bisa Belum Banyak Diketahui


photo via : iyakan.com


Sebelum Majapahit menduduki Pulau Bali, di Bali telah ada sebuah kerajaan yang besar lengan berkuasa berjulukan Bali Aga dengan patihnya yang populer Patih Kebo Iwa. Kebo Iwa populer sebagai seseorang yang amat sakti mandraguna. Kehebatan dan juga kesaktian yang dimilikinya pun dikatakan sebanding bahkan melebihi Maha Patih Gajah Mada. Dalam perjuangan Invasi Gajah Mada ke Pulau Bali guna menyatukan Nusantara, ia terhadang oleh patih sakti yang satu ini. Oleh karenanya, Gajah Mada melaksanakan tipu budi bulus untuk bisa menghabisi nyawa patih Kebo Iwa. Adapun caranya yaitu meminta Kebo Iwa untuk pergi ke Majapahit guna membahas kolaborasi sekaligus menghadiahi Kebo Iwa seorang istri yang merupakan putri dari kerajaan Majapahit. Kebo Iwa pun menyanggupi dan tiba ke Majapahit. Namun dikala disana, Kebo Iwa diminta untuk menggali sumur dengan usahanya sendiri guna mengatakan kemampuan dan juga kesaktian miliknya. Kebo Iwa pun menyanggupi hal tersebut. Setelah usang menggali sumur, ternyata dirinya justru dikubur oleh pasukan Majapahit. Merasa dihianati, Kebo Iwa pun melawan dan bahkan para pasukan Majapahit tetap tidak bisa mengalahkan sang patih ini. Hingga akhirnya Kebo Iwa merasa tampaknya kematiannya memang diharapkan untuk bisa menyatukan Nusantara. Untuk itu Kebo Iwa pun menyerah dan memberitahukan kelemahannya kepada Gajah Mada sehingga ia bisa dikalahkan sampai akhirnya gugur.



Sumber http://blogunik.com
Buat lebih berguna, kongsi: