Loading...

Miris! Mayat Dan Pinjaman Korban Lion Air Diperebutkan Kelima Istrinya

Berbagai kisah mengejutkan, mengiringi pasca jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 yang memuat kurang lebih 189 orang. Beberapa waktu lalu, kita dibentuk terharu akan agresi beberapa warga yang turun dari kendaraan mereka dan menuntun motor mereka ketika melewati rumah sedih korban jatuhnya pesawat Lion Air JT-610, yang mana agresi tersebut merupakan sebuah bentuk penghormatan terakhir untuk mendiang korban.


Namun kali ini, kisah yang sanggup dikatakan amat sangat miris terjadi pada salah satu mayat korban Lion Air. Pasalnya jenazah  belum dikebumikan, namun para istri korban telah memperebutkan dana dukungan yang dijanjikan pihak Lion Air kepada pihak korban yang mencapai miliaran rupiah.


Pihak Lion Air sendiri diketahui akan menjamin dan mendukung hal yang diharapkan oleh pihak keluarga korban. Diketahui, Lion Air menunjukkan uang tunggu kepada keluarga sebesar, Rp.5.000.000, uang kedukaan sebesar Rp.25.000.000, serta uang dukungan meninggal dunia sesuai PM 77 Tahun 2011 yaitu sebesar Rp. 1.250.000.000. Bukan hanya itu, dana pengganti bagasi berdasarkan peraturan tersebut juga akan diberikan kepada pihak keluarga sebanyak Rp.4.000.000, namun untuk penggantian bagasi, pihak Lion Air akan menunjukkan sebesar Rp.50.000.000.


Nah tingginya dana dukungan ini, rupanya menciptakan para istri dari korban yang berjulukan Rudolf Petrus Sayerz saling memperebutkan dukungan miliayaran rupiah tersebut.


Hal ini berawal ketika istri pertama Rudolf, yang berjulukan Yuke Meiske Pelealu mendatangi Rumah Duka Dharmis bersama anak-anaknya untuk mengambil mayat sang suami, pada hari Rabu, 7 November 2018, untuk segera dimakamkan di Manado.


Namun proses pengambilan mayat ternyata mengalami duduk kasus karena ada orang yang mengaku sebagai istri kelima dari Rudolf yang katanya juga akan membawa jenazahnya untuk dimakamkan.


Merasa tak terima, sekaligus untuk meyakinkan petugas dan sejumlah pihak, sang istri pertama yakni Yuke Meiske Pelealu lantas membawa dokumen terkait menyerupai fotokopi sertifikat nikah dan sertifikat lahir ketiga anak hasil pernikahannya dengan Rudolf.


Yuke mengaku jika, ketika mayat Rudolf berhasil diidentifikasi melalui DNA anak keduanya, ada pihak lain yang mengaku bahwa dirinya merupakan istri kelima Rudolf. Merasa tak terima, Yuke lantas mempertanyakan status istri kelima alasannya yaitu dirinya merasa belum bercarai dengan Rudolf.




class="adsbygoogle"
style="background:none;display:inline-block;width:300px;height:600px;max-width:100%;"
data-ad-client="ca-pub-9314037868717527"
data-ad-slot="3133381919"
data-ad-format="auto"
data-full-width-responsive="true">



Ia juga menjelaskan bahwa mereka yaitu umat Katolik yang mustahil mempunyai istri lebih dari satu, jikalau pun menikah lagi, maka istri pertama atau sebelumnya harus diceraikan terlenih dahulu, dan surat percaraian harus dibawa oleh istri kedua, begitupun seterusnya.


Pihak yang yang mengaku sebagai istri kelima Rudolf sendiri berjulukan Lydia, ia bermaksud untuk mengambil mayat dan segera memakamkan di TPU Kampung Pulo, Jakarta Selatan. Lydia sendiri mengaku mengetahui kabar pesawat Lion Air telah jatuh dari pihak kantor dimana suaminya Rudolf bekerja.


 mengiringi pasca jatuhnya pesawat Lion Air JT Miris! Jenazah Dan Santunan Korban Lion Air Diperebutkan Kelima Istrinya


photo via : http://manado.tribunnews.com




class="adsbygoogle"
style="background:none;display:inline-block;width:300px;height:250px;max-width:100%;"
data-ad-client="ca-pub-9314037868717527"
data-ad-slot="3892123021"
data-ad-format="auto"
data-full-width-responsive="true">



Lydia mengaku jikalau sang suami sempat mengucapkan salam perpisahan padanya. Sang suami tiba-tiba meminta maaf jikalau dirinya ada salah dan juga pernah bertindak bergairah dengan Lydia.


Lydia juga mengaku jikalau ia mendapat kiriman foto terakhir dari sang suami ketika telah berada didalam kabin pesawat, dan meminta doa supaya selamat hingga Pangkalpinang.


Sementara itu, anak ketiga Rudolf dari istri pertamanya, yakni Gabriella Sayers, menceritakan bagaimana keluarganya berebut hak atas mayat ayahnya. Ia menyampaikan jikalau keluarganyalah yang mempunyai hak dari mayat ayahnya alasannya yaitu mempunyai dokumen resmi menyerupai sertifikat kelahiran dirinya dan kedua kakaknya atau surat janji nikah antara Rudolf dengan istri pertama Yuke Mieske Pelealu.


Dalam kesempatan tersebut, Gabriella juga menyampaikan jikalau orang bau tanah mereka memang sudah usang pisah rumah, namun mereka tidak bercerai. Ia juga melanjutkan bahwa mereka yaitu Kristiani yang menganut monogami bukan poligami.


Bukan hanya istri pertama dan istri kelima saja yang diketahui saling memperebutkan hak atas mayat Rudolf, pasalnya istri ke 2, ke 3, juga telah terlebih dahulu mengklaim jenazah, bahkan mereka hingga membawa pengacara untuk melawan istri pertama Rudolf sekaligus untuk mendapat hak atas mayat Rudolf.


Namun alasannya yaitu belum sanggup dipastikan siapa yang berhak membawa pulang jenazah, jasad Rudolf hingga ketika ini masih berada di Rumah Duka Dharmis dan belum dikebumikan.


*Jika artikel ini muncul di website selain BlogUnik.com, maka sanggup dipastikan bahwa web tersebut sudah mencuri dan menayangkan artikel ini tanpa persetujuan BlogUnik.com


Menanggapi ini, pihak Lion Air hasilnya menunjukkan 2 opsi, yang pertama, Pihak Lion Air akan mengupayakan permasalahan ini akan diselesaikan secara kekeluargaan, namun jikalau cara kekeluargaan menemui jalan buntu makan opsi kedua akan digunakan. Opsi kedua sendiri yaitu Manajemen Lion Group akan menempuh jalur aturan dan akan menyiapkan tim pendamping secara aturan menyerupai notaris dan pengacara.


Untuk mendapat pencairan klaim asuransi, keluarga korban Lion Air harus menyediakan delapan dokumen syarat yaitu: KTP seluruh jago waris, sertifikat kelahiran seluruh jago waris, sertifikat kelahiran penumpang, sertifikat perkawinan orang bau tanah penumpang, sertifikat perkawinan penumpang, kartu keluarga penumpang dan jago waris, sertifikat kematian penumpang dan surat keterangan jago waris.


sumber : tribunnews.com & tempo.co


 



Sumber http://blogunik.com
Buat lebih berguna, kongsi: